Tanah Datar — Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang, sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Bumi Minangkabau Festival. Nagari ini berhasil menyabet gelar Juara I Parade Busana Adat antar-nagari se-Kabupaten Tanah Datar.
Capaian membanggakan tersebut mengukuhkan komitmen Nagari Tanjung dalam melestarikan budaya lokal. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Nagari Tanjung sebagai salah satu wilayah yang konsisten menjaga nilai-nilai tradisi Minangkabau.
Kepastian raihan prestasi tersebut diperoleh melalui unggahan resmi akun media sosial Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nagari Tanjung pada Minggu (20/9) dini hari. Kemenangan ini langsung disambut hangat oleh segenap lapisan masyarakat setempat.
Wali Nagari Tanjung, Ridwan Amri, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian yang diraih oleh nagari yang dipimpinnya tersebut.
“Capaian ini bukan hanya sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan, tetapi menjadi bukti bahwa kekayaan adat, budaya, dan tradisi Nagari Tanjung mampu ditampilkan dengan penuh kreativitas dan kebanggaan,” ungkap Ridwan Amri kepada klik-kaba.id, Minggu (20/9) pukul 10.43 WIB.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan keikutsertaan Nagari Tanjung hingga meraih hasil maksimal.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta parade, panitia, TP-PKK Nagari Tanjung, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan ikut mempersiapkan penampilan Nagari Tanjung,” lanjutnya.
Ridwan berharap momentum kemenangan ini tidak berhenti sampai di panggung festival saja, melainkan menjadi stimulus positif bagi pelestarian budaya ke depan.
“Besar harapan kemenangan ini tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi motivasi bagi generasi muda Nagari Tanjung untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Minangkabau,” tegasnya.
Senada dengan Wali Nagari, pihak TP-PKK Nagari Tanjung juga menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar raihan trofi semata, melainkan wujud nyata partisipasi aktif dalam merawat warisan leluhur.
“Prestasi ini bukan sekadar tentang sebuah kemenangan, tetapi tentang menjaga, mengenalkan, dan membanggakan warisan adat serta budaya Nagari Tanjung,” tulis pihak TP-PKK Nagari Tanjung dalam unggahan resminya.
Lebih lanjut, TP-PKK Nagari Tanjung menyebutkan bahwa busana adat yang ditampilkan dalam parade memiliki makna yang sangat mendalam sebagai sarana peragaan simbol diri dan identitas nagari.
“Busana adat yang dikenakan menjadi simbol identitas, marwah, dan kekayaan budaya yang terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tambah pihak TP-PKK.
Apresiasi khusus juga disematkan kepada pasangan rang mudo dan puti bungsu yang menjadi perwakilan Nagari Tanjung di atas panggung parade.
“Teristimewa untuk rang mudo dan puti bungsu Nagari Tanjung, terima kasih telah tampil dengan penuh percaya diri membawa nama Nagari Tanjung,” sebut TP-PKK Nagari Tanjung.
Sementara itu, detail mengenai perwakilan dan busana yang dikenakan turut terpantau dari unggahan akun media sosial Facebook milik Mona Jistin. Ia membagikan rincian penampilan perwakilan Nagari Tanjung yang tampil memukau juri.
Dalam unggahannya, Mona Jistin mengungkapkan bahwa perwakilan Nagari Tanjung dibawakan oleh rang mudo Gilang Anugrah dan puti bungsu Ainil Wiyondri. Keduanya tampil memesona dengan pakaian adat khas yang disiapkan secara khusus.
“Alhamdulillah luar biasa Juara 1 Parade Busana se-Kab Tanah Datar dari Nagari Tanjung Sungayang. Selamat rang mudo Gilang Anugrah dan puti bungsu Ainil Wiyondri dengan prosesi adat manampuah memakai pakaian adat datuak dan tangkuluak balapak dari Ernilitis Galery,” ucap Mona Jistin dalam unggahannya. (Red)
