Tanah Datar – Sebagai bagian dari upaya melestarikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), Jorong Galogandang di Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, menggelar Pameran Budaya Balango Galogandang pada Sabtu (14/12). Kegiatan ini diresmikan oleh Bupati Tanah Datar yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Jasrinaldi, dan berlangsung selama dua hari.
Wali Nagari III Koto, Willy Adha, menegaskan bahwa pameran ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Balango Galogandang sebagai WBTB oleh UNESCO pada tahun 2022. Ia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI dalam inisiatif ini.
“Balango Galogandang adalah bagian dari kawasan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), yang membentang dari Sawahlunto hingga Kota Padang. Dengan pengakuan dari UNESCO dan sertifikasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2022, ini menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga kelestariannya,” ujar Willy.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Nagari III Koto mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memelihara budaya leluhur. “Balango ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber ekonomi bagi masyarakat. Rencana kami ke depan adalah membangun galeri atau sentra produksi Balango Galogandang pada 2025 sebagai pusat pengembangan dan promosi,” jelas Willy.
Willy juga berharap generasi muda dapat turut serta dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi Balango Galogandang. Menurutnya, keterlibatan pemuda dan dukungan pemerintah akan berperan besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta kelestarian tradisi tersebut.
Sementara itu, Asisten III Jasrinaldi, yang hadir mewakili Bupati Tanah Datar, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pelestarian budaya ini.
“Kegiatan ini adalah langkah penting dalam penguatan ekosistem kebudayaan dan mendukung pengrajin lokal agar tetap produktif. Lebih dari sekadar peralatan rumah tangga, Balango Galogandang adalah warisan dunia yang harus kita jaga. Kami berharap ada dukungan lanjutan, baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau program lain, untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin,” kata Jasrinaldi.
Ia juga menegaskan bahwa pameran ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memajukan sektor pariwisata dan budaya di Luhak Nan Tuo.
Turut hadir dalam acara ini perwakilan Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, Mahatma Muhammad, M.Sn, sejumlah kepala OPD, Rektor ISI Padang Panjang, Camat Rambatan beserta Forkopimca, Wali Nagari se-Tanah Datar, Ketua TP-PKK III Koto, serta tokoh masyarakat setempat.
Dengan adanya Pameran Budaya Balango Galogandang, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal nilai budaya yang terkandung dalam tradisi ini serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. (Redaksi)
