banner 728x250

Rutan Batusangkar Deklarasikan Perang Lawan Halinar, Karutan: Ini Harga Mati!

Rutan Batusangkar Deklarasikan Perang Lawan Halinar, Karutan: Ini Harga Mati!

​Tanah Datar – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Batusangkar secara resmi mendeklarasikan perang terhadap peredaran handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar). Langkah ini ditegaskan melalui kegiatan ikrar bersama seluruh jajaran petugas dan perwakilan warga binaan yang berlangsung khidmat di aula rutan setempat, Kamis (16/4).

​Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi Rutan Batusangkar dalam memperkuat integritas institusi. Seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural, staf administratif, hingga petugas pengamanan, hadir untuk menyatakan janji setia terhadap aturan pemasyarakatan.

​Kepala Rutan Batusangkar, Reza Aulia Kurniawan, memimpin langsung pembacaan ikrar tersebut. Di bawah sorot lampu aula, suara lantang para petugas menggema, menyepakati komitmen untuk menjaga lingkungan kerja yang bersih dari segala bentuk penyimpangan dan praktik ilegal.

​Dalam arahannya yang tajam, Kepala Rutan Batusangkar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memutus mata rantai pelanggaran di dalam rutan. Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak bermain-main dengan komitmen yang telah diucapkan.

​“Zero Halinar adalah harga mati. Tidak ada ruang toleransi sedikit pun bagi siapa saja yang berani memasukkan handphone ilegal, melakukan pungutan liar, apalagi terlibat narkoba di dalam sini,” tegas Karutan dengan nada bicara yang lugas.

​Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap petugas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik instansi. Menurutnya, profesionalisme tidak hanya diukur dari kinerja administratif, tetapi dari kejujuran dan keberanian menolak segala bentuk godaan di lapangan.

​“Kita semua harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan. Integritas adalah fondasi utama kita. Tanpa itu, tugas kita dalam membina warga binaan tidak akan pernah maksimal,” tambahnya di hadapan para peserta.

​Sebagai bukti otentik dari komitmen tersebut, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama. Prosesi penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala Rutan dan diikuti oleh para pejabat struktural sebagai representasi dari keseriusan seluruh unit kerja.

​Penandatanganan tersebut bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan simbol tanggung jawab individu dan kolektif. Hal ini diharapkan mampu menciptakan efek pengawasan melekat (waskat) di antara sesama petugas untuk saling mengingatkan jika terjadi indikasi penyimpangan.

​Ke depannya, Rutan Batusangkar berencana memperketat pengawasan berkelanjutan dan melakukan sidak rutin secara berkala. Langkah preventif ini diambil guna memastikan bahwa ikrar yang telah diucapkan benar-benar terimplementasi dalam operasional harian rutan.

Upaya serius ini sejalan dengan instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang menuntut sistem pemasyarakatan bersih dan transparan. Melalui gerakan Zero Halinar, Rutan Batusangkar optimis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas sistem peradilan pidana di Indonesia. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *